Langit Pantai Ketawang kembali ramai dengan warna-warni layang-layang raksasa. Bukan hanya dari berbagai provinsi, tapi juga dari mancanegara. Ada apa sih yang spesial di Purworejo tahun ini? Yuk simak liputan lengkapnya!

Ribuan pengunjung memadati Langit Pantai Ketawang, Purworejo, pada 5–6 Juli 2025 untuk menyaksikan warna-warni layang-layang dari berbagai daerah bahkan mancanegara. Festival Layang-Layang Tingkat Nasional dan Expo Euphoria Rakyat berhasil diselenggarakan dengan meriah oleh panitia dan pemerintah daerah. Nggak cuma jadi ajang adu kreativitas pelayang, acara ini juga jadi bukti kuat bahwa Purworejo makin bersinar sebagai destinasi wisata unggulan.
Kalau kamu kira festival ini cuma buat warga lokal, kamu salah besar! Tahun ini, 23 tim dari berbagai provinsi seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY ambil bagian. Yang bikin makin keren, dua tim dari luar negeri, yaitu Swedia dan Singapura, juga ikut mewarnai langit Purworejo.
Panitia membagi lomba layang-layang kali ini ke dalam empat kategori, yaitu:
Kamu bisa bayangkan betapa megahnya langit Pantai Ketawang dengan ratusan layangan melayang dalam bentuk unik dan kreatif!

Panitia memilih Pantai Ketawang di Kecamatan Grabag bukan tanpa alasan. Menurut Plt. Bangun Erlangga, Kepala Dinporapar Purworejo, menyatakan bahwa mereka telah menyelenggarakan festival di lokasi ini sebanyak enam kali dari total sembilan penyelenggaraan sejak 2015.
Pelaku UMKM turut menyemarakkan acara ini melalui Expo Euphoria Rakyat yang digelar bersamaan dengan lomba layangan. Ini jadi kesempatan emas buat warga lokal memasarkan produk dan kuliner khas Purworejo ke ribuan pengunjung.
Kalau tahun lalu sudah meriah, tahun ini lebih luar biasa. Pengunjung tembus 6.000 orang hanya dalam sehari! Pantai Ketawang berubah jadi lautan manusia yang antusias menyaksikan kreativitas pelayang dari dalam dan luar negeri.
Festival ini terselenggara berkat kolaborasi antara Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Purworejo dengan:
Nggak cuma atlet atau pelayang profesional, masyarakat umum juga boleh ikut lomba asalkan sesuai kriteria. Jadi, siapa pun bisa ambil bagian dan merasakan pengalaman bertanding di event nasional.
Dengan adanya peserta dari Swedia dan Singapura, Festival Layang-Layang Nasional ini bukan lagi sekadar event lokal. Ke depannya, bukan nggak mungkin Purworejo akan jadi tuan rumah festival layangan internasional.
Layang-layang bukan sekadar permainan masa kecil. Di tangan para kreator dan pecinta budaya, ia menjelma menjadi simbol kreativitas, sarana hiburan, dan alat pemersatu lintas generasi. Dari bentuk sederhana hingga yang kompleks seperti naga raksasa, semuanya mencerminkan semangat inovasi yang tetap berakar pada tradisi.
Lewat festival di Purworejo, pelayang dari berbagai daerah dan negara membuktikan bahwa layang-layang bisa menjadi jembatan antarbudaya. Tak hanya menyatukan masyarakat lokal, ajang ini juga menjadi jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan pelayang dari berbagai penjuru dunia dalam satu langit yang sama.
Kalau kamu belum pernah ke Pantai Ketawang, yuk, jadikan destinasi ini tujuan liburan berikutnya! Siapa tahu tahun depan kamu bisa ikut terbangkan layang-layang juga. Lihat artikel menarik lainnya di sudut info.
Festival Layang-Layang Nasional 2025 di Purworejo bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tapi juga wujud nyata kolaborasi, kreativitas, dan potensi wisata daerah. Dari layang-layang dua dimensi hingga naga raksasa yang meliuk di langit, semuanya menyatu dalam satu momen yang membawa kebahagiaan dan kebanggaan bagi masyarakat Purworejo. Kehadiran peserta internasional membuktikan bahwa festival ini sudah naik kelas dan berpeluang besar menjadi event berskala global.
Lebih dari itu, acara ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal lewat expo UMKM, serta memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia. Layang-layang bukan hanya tradisi, tapi juga warisan yang bisa terbang tinggi saat kita menjaganya dan terus mengembangkannya. Dan kunjungi sobat kabar untuk menemukan berita atau cerita menarik dalam artikel lainnya.