Dalam percakapan sehari-hari, menyatakan kepemilikan tentunya merupakan hal yang sangat penting. Dalam bahasa Belanda, kata ganti kepemilikan atau bisa kita sebut sebagai bezittelijke voornaamwoorden memiliki aturan yang bisa dibilang cukup sederhana, namun membutuhkan ketelitian yang tinggi. Banyak pembelajar terjebak pada saat mencocokkan kata ganti dengan subjek yang mereka bicarakan. Kesalahan dalam menggunakan kata ganti kepemilikan dapat membuat lawan bicara bingung mengenai siapa sih pemilik benda tersebut? Selain itu, terdapat pula perubahan bentuk kata tertentu yang sangat tergantung pada jenis kata benda yang mengikuti di belakangnya.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut terkait bagaimana cara memilih dan menggunakan kata ganti kepemilika denga tepat dalam bahasa Belanda.

Setiap subjek dalam bahasa Belanda memiliki pasangan kata ganti kepemilikan yang tidak dapat ditukar satu sama lain. Untuk kata ganti orang pertama tunggal, kita menggunakan bentuk “mijn” (punyaku). Sedangkan untuk kata ganti orang kedua (informal) kita menggunakan “jouw” (punyamu).
Contoh penggunaan, “Dit is mijn auto en dat is jouw fiets” (Itu mobil punyaku dan itu sepeda punyamu).
Namun, jika kamu dalam situasi formal, kamu harus mengganti “jouw” menjadi “uw”. Untuk orang ketiga tunggal, perbedaannya ditentukan dari gender dari pemilik benda tersebut. Seperti “zijn” untuk gender pria, dan “haar” untuk gener wanita.
Contoh penerapannya,
“Leo leest zijn boek” (Leo sedang membaca bukunya).
“Anna zoekt haar sleutels” (Anna sedang mencari kunci-kuncinya).
Penting untuk mengetahui siapa pemiliknya, bukan pada gender kata benda yang orang tersebut miliki.

Nah, ini adalah aturan yang paling sering membuat para pembelajar bingung, yaitu perbedaan penggunaan ons dan onze. Keduanya memiliki arti yang sama, yakni milik kami atau milik kita. Namun, perbedaannya terletak pada kata sandang benda yang mengikutinya. Jika kata benda tersebut menggunakan artikel “de” atau kata benda jamak, maka kata kita wajib menggunakan onze.
Contoh penggunaannya, “Onze hond is erg lief” (Anjing kami sangatlah manis). Di sini, kita menggunakan “onze” karena kata benda “hond” menggunakan artikel “de”. Namun, jika kata bendanya menggunakan “het” dalam bentuk tunggal, maka kita menggunakan ons.
Contoh, “Ons huis staat in Amsterdam” (Rumah kami berada di Amsterdam). Di sini, kata benda “huis” menggunakan artikel “het”, jadi kita harus menggunakan “ons”.
Bagaimana, gampang, bukan? 😀
Dalam percakapan yang lebih dinamis, terkadang kita butuh memberikan penekanan terhadap siapa pemilik benda tersebut agar informasi lebih jelas. Dalam bahasa Belada, kita menggunakan “van” yang diikuti kata ganti orang. Contohnya, “Die tas is van mij” (Tas itu milikku).
Selain itu, terdapat pula bentuk kepemilikan mandiri yang kita gunakan jika tidak ingin menyebutkan kembali kata benda yang telah kita bicarakan. Di sini, kita menggunakan artikel yang digabungkan dengan kata ganti kepemilikan yang diberi akhiran khusus dalam struktur kalimatnya. Contoh, “Is dit jouw pen? Nee, de mijne is blauw” (Apakah ini pulpenmu? Tidak, milikku berwarna biru). Bentuk de mijne, de jouwe, atau het zijne memberi kesan yang lebih efisien dan terdengar lebih fasih.
Bagaimanaa? Pasti sekarang sudah mengerti, kan penggunaan kata ganti kepemilikan dalam bahasa Belanda? Penguasaan pronomina posesif tuh sangat penting untukmodal utama bagi kamu dalam membangun kalimat yang lebih kompleks dan lebih informatif. Selain itu, kamu juga dapat terhindar dari kesalahpahaman saat berinteraksi dengan penutur asli.
Nah, lebih baik kamu sekarang mulai berlatih menulis kalimat yang di dalamnya menggunakan kata ganti kepemilikan. Supaya nantinya kamu akan lebih fasih dan lancar saat melakukan percakapan dengan penutur asli suatu saat di Belanda nanti!