Alamanda Shantika di kenal sebagai sosok yang nggak pernah berhenti bergerak. Perjalanan kariernya membuktikan bahwa keberanian mengambil keputusan besar bisa membuka pintu-pintu baru yang sebelumnya bahkan nggak pernah terpikir. Dari dunia teknologi, ia melompat ke bidang pendidikan, lalu kini di percaya duduk sebagai komisaris di perusahaan besar.
Sebelum banyak orang mengenalnya sebagai pendiri Binar Academy, ia lebih dulu menjadi salah satu tokoh penting di balik aplikasi Gojek. Ketika namanya muncul sebagai komisaris Blue Bird, publik langsung ramai membicarakannya. Bukan soal popularitasnya saja, tapi tentang bagaimana integritas dan kompetensinya membuat ia di percaya memegang tanggung jawab besar.

Saat Noni Purnomo menawarkan posisi komisaris independen Blue Bird, Alamanda nggak langsung mengiyakan. Ia bertanya tentang kontribusi apa yang bisa ia bawa. Jawaban Noni yang sederhana tapi bermakna justru membuatnya mantap menerima tawaran itu. Ia ingin hadir bukan sekadar mengisi posisi, tapi membawa nilai baru bagi Blue Bird.
Kehadiran Alamanda di Blue Bird menunjukkan bagaimana perusahaan yang sudah puluhan tahun berdiri terus membuka ruang bagi inovasi. Dengan latar belakang teknologi, ia bisa membawa cara pandang yang lebih segar ke industri transportasi. Sinergi inilah yang membuat langkahnya kini semakin di perhitungkan.
Sedikit banyak, keputusan ini juga jadi pembuktian bahwa setiap perjalanan karier bisa berkembang tanpa batas selama seseorang mau belajar. Kalau kamu suka kisah yang penuh perjuangan dan inspirasi, kamu juga bisa baca cerita keren lainnya melalui artikel Kisah Inspiratif Pendiri Shopee.

Perjalanan Alamanda bersama Gojek di mulai saat aplikasinya bahkan belum seperti sekarang. Ia terjun langsung bersama Nadiem Makarim dan tim kecil untuk membangun produk yang akhirnya jadi raksasa teknologi di Asia Tenggara.
Selama hampir 2,5 tahun, ia naik dari tech product consultant hingga menjadi VP Product dan VP People and Culture. Meski perannya semakin besar, Alamanda tetap memutuskan mundur di saat Gojek sedang berada di puncak. Keputusan itu bukan karena mundur dari tantangan, tapi ingin menciptakan dampak berbeda bagi generasi berikutnya.
Setiap pengalaman di Gojek akhirnya membentuk cara ia memandang dunia pekerjaan: bahwa membangun manusia sama pentingnya dengan membangun produk. Dan prinsip itu kelak ia bawa ketika ia merintis Binar Academy.
Setelah keluar dari Gojek, Alamanda justru memilih jalan yang lebih menantang: pendidikan. Ia mendirikan Binar Academy, sekolah coding yang ingin mencetak talenta digital siap kerja. Bersama dua rekannya, ia memulai langkah kecil yang kini berkembang menjadi lembaga besar berpengaruh di bidang teknologi.
Di Binar, Alamanda menerapkan budaya belajar yang membebaskan. Ia percaya bahwa setiap orang punya peluang yang sama untuk berkembang, asalkan di berikan akses dan bimbingan yang tepat. Dari sinilah ratusan hingga ribuan anak muda memulai karier teknologi mereka.
Meski sibuk, ia tetap hadir sebagai mentor, pemimpin, sekaligus penggerak. Binar Academy bukan hanya sekolah coding, tapi jembatan masa depan bagi banyak talenta digital di Indonesia.
Di tunjuk sebagai komisaris di Blue Bird bukan satu-satunya kehormatan bagi Alamanda. Ia juga di percaya sebagai komisaris independen di Mandiri Capital Indonesia. Kepercayaan ini muncul karena rekam jejaknya yang kuat, visi yang jelas, dan komitmen terhadap pengembangan SDM Indonesia.
Posisi komisaris membuatnya bisa melihat industri dari perspektif yang lebih luas. Ia tidak hanya fokus pada teknologi, tapi juga inovasi bisnis, tata kelola, dan strategi jangka panjang perusahaan-perusahaan besar.
Langkah ini menjadi bukti bahwa perempuan muda Indonesia punya ruang besar untuk mengisi posisi strategis. Bukan karena kesempatan datang begitu saja, tapi karena ia membangun kualitasnya dengan konsisten. Kisah perjalanan karier yang berani juga bisa kamu temukan lewat artikel Kisah Inspiratif Gojek Nadiem Makarim.
Perjalanan Alamanda menunjukkan bahwa karier tidak harus linear. Kamu bisa memulai sebagai engineer, lalu pindah ke peran leadership, masuk ke dunia pendidikan, hingga di percaya sebagai komisaris. Yang penting adalah niat untuk tumbuh dan memberi dampak.
Ia membuktikan bahwa keberanian mengambil keputusan besar bisa membuka jalan baru yang lebih luas. Alamanda membawa pesan bahwa inovasi tidak muncul dari rasa takut, tapi dari keyakinan pada nilai yang di pegang.
Semangatnya dalam membangun manusia dan teknologi jadi alasan kenapa banyak orang melihatnya sebagai inspirasi. Kisahnya mengajak kita percaya bahwa apa pun latar belakangnya, setiap orang punya kesempatan untuk membawa perubahan.